{"id":18573,"date":"2023-01-12T14:43:00","date_gmt":"2023-01-12T07:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.impactfirst.co\/?p=18573"},"modified":"2023-06-28T08:48:45","modified_gmt":"2023-06-28T08:48:45","slug":"strategi-5s","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/impact.hendri-developer.com\/id\/c\/strategi-5s\/","title":{"rendered":"Strategi Implementasi 5S pada Lean Manufacturing"},"content":{"rendered":"

Stabilitas adalah fondasi utama dari House of Lean Production. <\/i>Di Toyota, peningkatan kinerja tidak mungkin terjadi tanpa stabilitas.<\/p>\n

Stabilitas dimulai dengan visual management <\/i>didukung beberapa komponen lainnya seperti standardize work<\/i>, 5S, jidoka, Total Productive Maintenance<\/i> (TPM), heijunka<\/i>, dan kanban.<\/i><\/p>\n

\"\"<\/p>\n

Pada artikel ini, kami akan membahas lebih lanjut mengenai 5S dan visual management <\/i>yang mendukung terciptanya stabilitas pada lean manufacturing<\/i><\/a>.<\/p>\n

Standar sistem lean manufacturing<\/h2>\n

Landasan produksi adalah standar. Standar adalah apa yang seharusnya terjadi pada proses produksi. Pada Toyota, standar sangat berbeda dan didefinisikan sebagai gambaran yang jelas dari kondisi yang diinginkan.<\/p>\n

Standar pada Toyota menjadi hal yang penting karena dapat membuat masalah menjadi visible <\/i>dan mendorong perusahaan untuk melakukan tindakan korektif. Selain itu, Toyota menggambarkan standar yang ideal dengan sederhana, jelas, dan dapat dilihat secara visual.<\/p>\n

Toyota juga memiliki proses peningkatan lean manufacturing <\/i>yang meliputi:<\/p>\n