{"id":33314,"date":"2023-04-04T14:27:45","date_gmt":"2023-04-04T07:27:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.impactfirst.co\/?p=33314"},"modified":"2023-06-28T08:13:54","modified_gmt":"2023-06-28T08:13:54","slug":"srm-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/impact.hendri-developer.com\/id\/c\/srm-adalah\/","title":{"rendered":"SRM adalah: Pengertian, Manfaat, & 3 Langkah Implementasi"},"content":{"rendered":"

Saat semua orang berada dalam lockdown<\/i> pada 2020, permintaan konsumen mengalami penurunan. Namun, semuanya mengalami lonjakan saat semua pembatasan dicabut.<\/p>\n

Konsumsi kami yang tertekan menyebabkan<\/a> krisis rantai pasokan global. Kami membanjiri logistik yang mengakibatkan keterlambataan masal dan kekurangan di seluruh dunia. Krisis ini diperpanjang hingga 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina.<\/p>\n

Akibat krisis ini, bisnis di seluruh dunia mengadopsi pendekatan berbeda untuk melayani konsumen lebih baik. Supplier relationship managment (SRM) adalah satu pendekatan tersebut.<\/p>\n

Secara sederhana, SRM membantu perusahaan mengelola interaksi dengan supplier<\/i>. Hubungan ini memastikan pengiriman barang dan jasa tepat waktu sambil mengurangi risiko di masa depan.<\/p>\n

Namun, jika SRM masih terdengar asing untuk Anda, artikel ini akan menjelaskannya secara komprehensif. Anda juga akan mengeksplorasi pentingnya dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan SRM dengan sukses.<\/p>\n

Apa itu supplier?<\/h2>\n

Sebelum membaca lebih lanjut, Anda perlu memahami pengertian mengenai supplier. Supplier atau pemasok adalah perusahaan yang menyediakan barang dan jasa sebagai bagian dari rantai pasokan.<\/p>\n

Kontribusi mereka terhadap produk tertentu sangat mendasar, karena mereka memberikan sebagian besar nilainya. Pemasok dapat memproduksi produk mereka atau bertindak sebagai distributor yang memperoleh barang dari produsen lain.<\/p>\n

Baca juga: <\/b>Supplier adalah: Peran mereka & 6 faktor pemilihannya<\/b><\/a><\/p>\n

Pengertian SRM<\/h2>\n

Supplier Relationship Management (SRM) adalah penilaian<\/a> berkelanjutan terhadap pemasok. Perusahaan menggunakan SRM untuk meningkatkan kualitas dan kinerja produk, serta layanan yang diterima dari pemasok.<\/p>\n

Ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan ingin mempekerjakan SRM. Kami memecahkannya menjadi tiga tujuan.<\/p>\n

\"\"<\/p>\n

Tujuan besar SRM adalah untuk mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan supplier. Bisnis perlu menentukan pemasok mana yang dapat membantu kesuksesan mereka. Oleh karena itu, SRM membantu perusahaan mengelola pemasok berdasarkan sistem penilaian.<\/p>\n

Sebagian besar SRM adalah mengelola risiko. Penerapannya untuk mengurangi gangguan dalam rantai pasokan. Mereka bekerja untuk menjaga hubungan dengan supplier untuk memastikan kepatuhan dan rencana darurat.<\/p>\n

Terakhir, SRM ditujukan untuk menciptakan nilai. Hubungan ini memungkinkan bisnis melakukan inovasi dan keunggulan kompetitif yang lebih signifikan daripada metode pembelian tradisional.<\/p>\n

\"\"<\/p>\n

SRM beda dengan supply chain management (SCM<\/a>). SCM adalah konsep yang lebih luas yang menggabungkan semua aktivitas dalam arus barang dan jasa. SRM, sebaliknya, adalah bagian dari SCM karena memainkan peran penting di dalamnya.<\/p>\n

Anda juga seharusnya tidak menyamakan SRM dengan procurement<\/i>. Procurement<\/a> mengacu pada pembelian barang dan jasa dari sumber eksternal. SRM lebih strategis, sedangkan pengadaan hanya berfokus pada aspek transaksional manajemen pemasok.<\/p>\n

Manfaat dari penggunaan SRM yang efektif<\/h2>\n

Bisnis yang menggunakan SRM bisa lebih unggul dari kompetitor mereke. Tanpa SRM, organisasi Anda akan menghadapi situasi di mana tidak ada persediaan barang yang masuk \u2013 sehingga menyebabkan kegagalan.<\/p>\n

Ada berbagai alasan mengapa banyak perusahaan tertuju pada SRM untuk menguatkan hasil bisnis mereka. Berikut adalah manfaat-manfaat dari SRM:<\/p>\n

Penghematan<\/h3>\n

Setiap bisnis ingin meningkatkan profitabilitasnya, dan SRM adalah solusi untuk mengelola biaya. Di saat Anda memiliki hubungan baik dengan pemasok, akan ada banyak kesempatan untuk mengurangi pengeluaran sambil menjaga kualitas.<\/p>\n

Meningkatkan performa supplier<\/h3>\n

SRM yang efektif membuat pemasok berkinerja lebih baik. Anda bisa berkolaborasi dan berkomunikasi lebih baik dengan mereka. Pemasok bisa mengerti ekspektasi mereka dan mendapat ulasan performa secara reguler. Hasilnya, akan ada lebih sedikit gangguan, dan operasi berjalan lebih baik.<\/p>\n

Inovasi & pengembangan produk yang lebih baik<\/h3>\n

Hubungan supplier yang baik memungkinkan kedua belah pihak untuk berbagi pengetahuan dan keahlian. Organisasi Anda dapat memperoleh wawasan berharga tentang tren terbaru dalam industrinya.<\/p>\n

Di saat yang sama, baik bisnis maupun pemasok dapat mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan alur kerja. Pada akhirnya, SRM membantu perusahaan dalam mempertahankan daya saing di pasar yang dinamis.<\/p>\n

Volatilitas harga lebih rendah<\/h3>\n

Bermitra dengan pemasok untuk jangka panjang memberikan stabilitas yang lebih baik dalam rantai pasokan. Hubungan Anda dengan pemasok mengurangi fluktuasi harga.<\/p>\n

Hubungan yang baik dengan pemasok dapat membantu menurunkan harga komoditas melalui kolaborasi yang efektif. Ini mungkin berarti mempertimbangkan model penetapan harga yang berbeda dengan imbalan perjanjian lain yang saling menguntungkan.<\/p>\n

Mitigasi risiko<\/h3>\n

Salah satu tujuan utama SRM adalah manajemen risiko. Ketika Anda mengelola hubungan pemasok secara proaktif, ada sedikit kemungkinan terjadi kesalahan. Anda akan memiliki rencana cadangan.<\/p>\n

Juga, strategi yang terencana dengan baik berarti Anda akan memiliki solusi yang siap. Jadi, ketika terjadi masalah, Anda dapat menanganinya dengan cepat dan efisien.<\/p>\n

Peluang untuk outsourcing<\/h3>\n

Saat bisnis Anda membangun hubungan yang lebih kuat dengan pemasoknya, peluang mungkin muncul untuk mengalihkan aktivitas tertentu kepada mereka.<\/p>\n

Outsourcing<\/i> dapat melibatkan pendelegasian pemasok dengan pengelolaan inventaris dan tugas layanan pelanggan tertentu. Anda akan dapat lebih fokus pada operasi utama bisnis.<\/p>\n

Tantangan yang dihadapi SRM<\/h2>\n

SRM dapat menguntungkan banyak bisnis, tetapi melakukannya dengan benar tidaklah mudah. Studi Procurement Leaders pada 2017 menyebutkan bahwa hanya 51% <\/a>kolaborasi yang berhasil dengan program SRM.<\/p>\n

Studi ini mengidentifikasi kurangnya komitmen dan kepercayaan sebagai alasan kegagalan SRM.<\/p>\n

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan SRM dalam suatu organisasi antara lain:<\/p>\n

Kurangnya keselarasan<\/h3>\n

Kepentingan bisnis dan pemasok Anda mungkin tidak selalu sama. Kurangnya keselarasan mempersulit kedua belah pihak untuk berkolaborasi secara efektif dan mencapai manfaat yang diinginkan. Misalignment <\/i>menyebabkan kesalahpahaman, keterlambatan, dan konflik, yang dapat menggagalkan program SRM.<\/p>\n

Salah urus pemasok<\/h3>\n

Tidak mengelola pemasok dengan benar dapat merusak hubungan Anda dengan mereka. Salah mengelola pemasok dapat terjadi dalam berbagai bentuk: pemantauan yang tidak konsisten, memiliki fokus jangka pendek, pola pikir yang tidak fleksibel, dan kurangnya kepercayaan. Supplier yang dikelola dengan buruk dapat menyebabkan masalah kualitas dan hilangnya kelangsungan bisnis.<\/p>\n

Visi yang kurang<\/h3>\n

Perusahaan seringkali melakukan SRM tanpa memahami tujuannya. Beberapa organisasi memanfaatkan SRM karena tren atau menganggapnya sebagai praktik terbaik.<\/p>\n

Kurangnya visi menuju tujuan akhir menyebabkan SRM gagal. SRM yang efektif harus memiliki tujuan khusus yang memberi nilai tambah pada rantai pasokan dan kekuatan operasionalnya.<\/p>\n

Mitigasi risiko yang tidak cukup<\/h3>\n

Memastikan kelangsungan bisnis menjadi sulit karena gangguan rantai pasokan sering terjadi. Anda harus melihat melampaui pemasok langsung untuk mengantisipasi masalah ini. Pendekatan lain adalah berkomunikasi dengan pemasok Anda secara proaktif.<\/p>\n

Manajemen risiko yang efektif sangat penting dalam manajemen hubungan pemasok. Gagal memitigasi risiko dapat mengakibatkan kerugian finansial, rusaknya reputasi, masalah hukum, dan gangguan operasional.<\/p>\n

Implementasi SRM<\/h2>\n

Bagaimana cara melakukan program SRM di perusahaan Anda? Kami bisa membaginya menjadi tiga langkah dasar.<\/p>\n

\"\"<\/p>\n

Segmentasi<\/h3>\n

Langkah pertama adalah mengkategorikan supplier Anda. Cara mudah untuk memulai adalah dengan mengelompokkan pemasok berdasarkan barang, harga, lokasi, dan kuantitas. Dengan melakukan ini, Anda dapat memperoleh visibilitas di seluruh rantai pasokan.<\/p>\n

Metode populer lainnya yang bisa digunakan untuk mengelompokkan pemasok lebih jauh adalah Kraljic Matrix<\/a>.  Metode ini memungkinkan perusahaan untuk mengkategorikan pembelian berdasarkan risiko dan kepentingan bisnis.<\/p>\n

\"\"<\/p>\n

Matriks ini mengelompokkan item ke dalam empat kuadran:<\/p>\n