{"id":33390,"date":"2023-04-05T10:54:07","date_gmt":"2023-04-05T03:54:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.impactfirst.co\/?p=33390"},"modified":"2023-06-15T15:53:53","modified_gmt":"2023-06-15T15:53:53","slug":"scf-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/impact.hendri-developer.com\/id\/c\/scf-adalah\/","title":{"rendered":"SCF adalah: Pengertian, Proses 6-Langkah, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"

Pada 2015, McKinsey melaporkan<\/a> bahwa supply chain finance <\/i>(SCF) adalah pasar yang sedang berkembang. Perusahaan konsultan tersebut menyatakan bahwa praktik keuangan itu berpotensi memiliki pendapatan global sebesar $20 miliar.<\/p>\n

Berselang enam tahun kemudian, bukti pertumbuhan itu masih ada. Allied Market Research menilai<\/a> pasar SCF bernilai $6 miliar pada 2021. Mereka bahkan memprediksi akan mencapai $13,4 miliar dalam dekade ini.<\/p>\n

Banyak perusahaan telah menerima layanan keuangan ini yang mendorong pertumbuhan SCF. Meskipun tersendat pada 2020, permintaan SCF melonjak karena perusahaan lebih memilih SCF untuk keamanan rantai pasokan mereka.<\/p>\n

Jadi, apa itu supply chain finance?<\/p>\n

Secara sederhana, SCF adalah proses yang memudahkan supplier untuk menerima pendanaan. Pihak ketika memberikan dukungan finansial atas nama bisnis Anda.<\/p>\n

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang SCF, lanjut untuk telusuri artikel ini. Kami akan menjelaskan SCF secara rinci dan pentingnya untuk kinerja bisnis Anda. Anda juga akan memahami cara menerapkan SCF dengan sukses.<\/p>\n

Pengertian SCF<\/h2>\n

Supply chain finance<\/a> (SCF) adalah strategi yang membantu perusahaan memotong biaya. SCF meningkatkan efisiensi untuk semua orang yang terlibat dalam transaksi \u2014 meminimalkan gangguan rantai pasokan.<\/p>\n

Anggaplah SCF sebagai solusi terbaik untuk semua pihak yang terlibat.<\/p>\n

Dengan persetujuan pembeli, pemasok bisa menerima pembayaran cepat lewat pemodal. Pendanaan bisa melalui bank atau lembaga keuangan lainnya. Strategi ini memberikan kredit jangka pendek yang meningkatkan modal kerja dan likuiditas untuk semua.<\/p>\n

Supply chain finance beda dengan jenis pendanaan lainnya. Kami akan membandingkan supply chain financing dengan pinjaman bank dan anjak piutang.<\/p>\n

\"\"<\/p>\n

Tidak seperti pinjaman bank, pembiayaan SCF mendasarkan nilai kreditnya pada rantai pasokan. Bank hanya mnedasarkan nilai kredit pada peminjam.<\/p>\n

Supplier, pembeli, dan pemodal berkolaborasi untuk mengoptimalkan kinerja keuangan rantai pasokan. Dibandingkan dengan pinjaman bank, ada risiko bersama untuk semua pihak. Dalam pinjaman tradisional, transaksi hanya antara peminjam dan bank.<\/p>\n

Mari kita beralih ke perbandingan dengan anjak piutang atau factoring<\/i>. Factoring<\/a> adalah menjual piutang ke faktur untuk uang tunai dengan harga diskon. Anjak piutang dapat meningkatkan kebutuhan kas jangka pendek perusahaan.<\/p>\n

Factoring menjual piutang, sementara SCF membiayai transaksi antara pembeli dan pemasok. Anjak piutang cocok untuk bisnis dengan kredit yang lebih lemah karena faktor tersebut menanggung risiko.<\/p>\n

Tidak seperti SCF, factoring tidak memerlukan hubungan berkelanjutan antara perusahaan dan pemasoknya.<\/p>\n

Proses SCF dalam 6 langkah<\/h2>\n

Semua program SCF berbeda. Namun, platform SCF dan pemodal eksternal terlibat.Alur proses biasanya melibatkan<\/a> enam langkah berikut:<\/p>\n

\"\"<\/p>\n